Kriminal

Pengacara Ahok Mempertanyakan BAP-BAP yang Sama Persis

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama atau Ahok
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama atau Ahok menghadiri sidang ke-10 terkait kasus dugaan penistaan agama.

Jurnalindonesia.id – Tim pembela hukum Ahok mempertanyakan berita acara pemeriksaan (BAP) yang berisi keterangan saksi ahli bahasa Mahyuni dalam sidang ke-10 kasus dugaan penistaan agama, yang disebut mirip dengan keterangan dari saksi lain, termasuk kesalahan ketiknya.

Menurut tim pengacara Ahok dalam sidang ke-10, Senin (13/02), BAP Mahyuni sama persis dengan Husni Muadz yang juga berkapasitas sebagai saksi ahli bahasa.

Tim pengacara Ahok membeberkan persamaan keduanya ada di masing-masing BAP butir 18, 20, 25, 28, 30, 31, 32, dan 33. Pada poin-poin tersebut dianggap pengacara Ahok memiliki tanda baca yang juga sama dan kesalahan ketik yang sama.

“Dalam 17 halaman BAP ini kita temukan ada kesamaan,” kata tim pembela hukum Ahok di persidangan.

“Ada dua BAP yang sama persis, pada butir 17 BAP ahli, halaman enam. Pertanyaan dan jawaban sama dengan ahli lain. Bahkan kesalahan menulis kata pun sama: ‘tidak’ ditulis ‘tidka’,” kata pembela hukum Ahok di persidangan.

Saat ditanya apakah melakukan penjiplakan, saksi ahli Mahyuni membantah.

Saksi ahli Mahyuni kemudian mengatakan, ada sejumlah pernyataan yang sama karena terkait definisi. Kalaupun ada yang sama, dia pun tak tahu menahu terkait kesamaan penulisan tersebut.

“Soal definisi yah wajar persis, sumbernya sama. Kalau kebetulan sama saya tak paham. Kalau ilmuwan dan saya tak paham kalau itu sama,” jawab Mahyuni.

Penasihat hukum pun bertanya, apakah ada orang di balik persamaan pernyataan tersebut. Namun Mahyuni membantahnya. Karena pengetikan jawaban saat diperiksa sebagai saksi di Bareskrim, dia dibantu oleh temannya.

“Tidak ada (yang mengarahkan). Hanya ada teman saya Satiro dosen UI yang waktu itu membantu mengetikkan untuk saya,” paparnya.

Mendengar jawaban itu, penasihat hukum Ahok mengaku bakal mempelajari lebih lanjut terkait persamaan BAP tersebut. Mereka juga akan memasukkannya ke dalam pledoi nanti.

Baca juga: Pernyataan Saksi Ahli Bahasa Sama Persis dengan Pernyataan Wasekjen MUI

Selain itu, Tim pembela hukum Ahok juga mempersoalkan bahwa transkrip yang diajukan oleh kejaksaan memiliki tanda baca.

“Apa yang jadi masalah dalam kasus ini, dituang dalam dakwaan, (transkrip) ada koma, ada titiknya, seolah bisa diteropong isi hatinya. Jaksa entah dari mana keputusannya. Reproduksi tulisan harus jelas. Masalah kami, di dakwaan tidak ada soal penonton tepuk tangan, selfie-selfie, suasananya gimana,” kata Tommy Sihotang, anggota tim pengacara Ahok

“Transkrip seharusnya netral, tidak ada tanda baca. Ketika dibubuhi tanda baca, siapa yang kasih wewenang?” imbuhnya.

Soal kemiripan BAP, dalam sidang sebelumnya, tim kuasa hukum Ahok juga mempersoalkan BAP saksi Muhammad Burhanuddin yang memiliki kemiripan dengan BAP saksi yang pernah dihadirkan di persidangan Ahok sebelumnya,  yaitu Gus Joy.

BAP Burhanuddin yang dipermasalahkan dan dinilai sama yaitu pada nomor 11.

Adik kandung Ahok, Fifi Lety Indra mempertanyakan hal tersebut kepada Burhanuddin.

“Apa penyidik copy paste?” tanya Fifi, di ruang sidang di Gedung Auditorium Kementerian Pertanian, di Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (10/1/2017).

Fifi heran dengan adanya kesamaan di BAP Burhanuddin dan Gus Joy. “Tidak ada orang yang tidak saling mengenal, (tapi) itu ketikannya (di BAP) sama,” ujar Fifi.

 

 

Artikel Lain