Pendidikan

Pemprov Jabar Syaratkan Mahasiswa Penerima Beasiswa Hapal 5 Juz Alquran

syarat beasiswa provinsi jabar
Persyaratan kemampuan menghafal Alquran itu terungkap ke publik setelah beredar di media sosial sebuah surat dari Rektorat Universitas Padjadjaran, Bandung, yang ditujukan kepada pihak dekanat perihal beasiswa pemerintah pemprov Jabar.

Jurnalindonesia.id – Tersebar lewat pesan berantai surat pemberitahuan syarat penerima beasiswa Pemprov Jawa Barat di Universitas Padjadjaran (Unpad). Yang paling menjadi sorotan dari syarat tersebut adalah, penerima bea siswa harus hapal 5 juz Alquran.

syarat beasiswa provinsi jabar

Persyaratan kemampuan menghafal Alquran itu terungkap ke publik setelah beredar di media sosial sebuah surat dari Rektorat Universitas Padjadjaran, Bandung, yang ditujukan kepada pihak dekanat perihal beasiswa pemerintah pemprov Jabar.

Surat itu dikeluarkan Unpad pada 27 September lalu. Isinya pengumuman mengenai beasiswa yang diberikan Pemprov Jabar bagi mahasiswa S1, S2, dan S3. Sejumlah persyaratan beasiswa dicantumkan yaitu harus KTP Jawa Barat, prestasi akademik berupa IPK, prestasi non akademik seperti olahraga, seni, sains, teknologi, hafalan 5 juz Al-Quran. Kuota mahasiswa S1 sebanyak 45, S2 7 orang, dan S3 4 orang.

Dianggap diskriminatif

Adanya persyaratan hafal 5 juz Al-Quran tersebut dinilai Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersikap partisan dan tidak menghormati kemajemukan. Persyaratan seperti itu menunjukkan pemprov Jabar hanya mementingkan satu golongan agama.

“Ini persyaratan yang sangat partisan, yang sangat eksklusif, hanya untuk sekelompok masyarakat saja, hanya untuk umat Islam saja,” kata pengamat pendidikan dan staf pengajar di sejumlah perguruan tinggi, Asep Salahudin, dilansir BBC Indonesia, Minggu (02/10) malam.

Pemerintah provinsi Jabar seharusnya menitikberatkan kepada persyaratan yang lebih bersifat universal dan tidak diskriminatif, tambahnya.

“Apalagi ini pemprov Jabar bukan pemerintahan Islam, bukan menggunakan perda Islam. Lain hal kalau yang memberi (beasiswa) itu pemerintahan Arab Saudi, misalnya. Dia (Arab Saudi) bisa memberikan kualifikasi seperti itu (menghafal Alquran),” papar Asep Salahudin.

‘Mayoritas beragama Islam’

Kepada BBC Indonesia, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Asep Hilman tidak membantah adanya persyaratan menghafal Alquran minimal lima juz untuk mendapatkan beasiswa pemprov Jabar tersebut, seperti tertera dalam surat tersebut.

Menurutnya, beasiswa berupa biaya pendidikan selama setahun itu diambil dari APBD provinsi Jawa Barat.

Ditanya mengapa Pemprov mensyaratkan hal itu, Asep Hilman mengatakan hal itu sesuai dengan visi pemprov Jawa Barat yaitu “peningkatan keimanan dan ketaqwaan masyarakat Jawa Barat”.

Alasan lainnya, “mayoritas penduduk Jawa Barat beragama Islam,” kata Asep Hilman.

Menanggapi alasan ini, pengamat masalah pendidikan, Asep Salahudin, mengatakan pemprov Jabar seharusnya menjadi payung bagi semua kepentingan dan golongan.

“Jadi tidak bisa alasan Jawa Barat mayoritas muslim, kemudian mengeluarkan kebijakan yang sangat eksklusif seperti itu,” kata Salahudin.

Bagaimanapun, apa kaitan antara menghafal Alquran dengan prestasi akademik? Tanya BBC.

“Kami berkeyakinan mereka yang hafiz (penghafal) Alquran, itu dengan sendirinya mereka memiliki kemampuan yang luar biasa,” jawab Asep Hilman.

Ditanya dengan mensyaratkan menghafal Alquran, berarti tidak memberi kesempatan kepada mahasiswa non-Muslim, Asep Hilman mengatakan, pihaknya saat ini tengah mencarikan solusinya untuk program beasiswa tahun depan.

“Kita sedang mencari parameter … kita akan cari ruang yang memungkinkan sepadan dengan hafiz Alquran bagi mereka yang non-Muslim,” katanya tanpa menjelaskan detilnya.

Menanggapi adanya penolakan di masyarakat terkait syarat hafal Alquran, Asep Hilman mengatakan sejauh ini pihaknya tidak akan menghapusnya, walaupun menyadari adanya heterogenitas masyarakat.

“Jadi pada kapasitas heterogenitas ini, kita akan jadikan bahan bagaimana hal sepadan dengan hafiz Alquran bagi yang non-Muslim, yang bisa diajukan oleh perguruan tinggi atau oleh komunitas,” paparnya.

Sementara itu Staf Pendidikan Menengah dan Tinggi (Dikmenti) Disdik Jabar Hendra Sudrajat menambahkan, beasiswa tersebut hanya berlaku bagi warga yang berdomisili di Jawa Barat. Selain warga Jabar tidak bisa menerima bantuan tersebut.

“Ini kan bantuan dari Pemprov Jabar, bukan pihak swasta. Jadi khusus untuk warga Jabar,” ucap dia.

Program beasiswa Pemprov Jabar tengah dalam tahap persiapan anggaran. Namun, pihaknya sudah memberikan informasi perihal beasiswa tersebut kepada setiap lembaga pendidikan tinggi yang telah bekerjasama untuk program ini. Ada 17 perguruan tinggi negeri dan swasta di Jabar yang menyalurkan beasiswa Pemprov Jabar.

 

Komentar Facebook

You Might Also Like