Cerita dan Humor, Mancanegara

Pemkot Kerahkan Wanita Telanjang Dada untuk Kurangi Ugal-ugalan di Jalanan

telanjang dada

Jurnalindonesia.id, Mancanegara – Sebuah kampanye unik digelar di kota Severny, pulau Novaya Zemlya, Rusia. Kampanye tersebut bertujuan untuk menghimbau para pengemudi agar tak ugal-ugalan di jalan raya, dengan cara mengirim para perempuan cantik untuk tampil “topless” di pinggir jalan.

Mereka bertelanjang dada dan mengenakan celana pendek serta sepatu hak tinggi sambil membawa rambu yang menunjukkan batas kecepatan maksimum kendaraan bermotor yaitu 40-60 kilometer per jam.

Ternyata, cara tak lazim ini menuai hasil positif karena para pengemudi langsung mengurangi kecepatan kendaraan saat mendekati lokasi penyeberangan orang di kota Severny.

Hebatnya, tak ada laporan kecelakaan lalu lintas akibat pengemudi yang teralihkan perhatiannya karena aksi para perempuan seksi di tepian jalan itu.

Meski cara ini dianggap kontroversial tetapi upaya pemerintah setempat ini mendapat dukungan warga, terutama para orang tua, yang takut menyeberangi persimpangan ramai itu.

“Para pengemudi biasanya tak memberi kesempatan kami untuk menyeberang,” kaya seorang perempuan tua.

“Beberapa dari mereka memberi kami jalan, tetapi sebagian besar selalu memilih untuk tancap gas,” tambah perempuan itu.

“Mereka bahkan meneriaki kami. Sungguh tak bisa dipercaya,” lanjut dia.

Salah seorang perempuan yang terlibat dalam kampanye ini mengatakan, para pengemudi biasanya tetap tancap gas meski terdapat rambu kecepatan maksimal di tepian jalan.

“Jadi kami membuat mereka mematuhi rambu tersebut,” kata salah seorang perempuan “topless” itu.

Ternyata, kehadiran para perempuan cantik itu disambut baik para pengguna jalan, terutama kaum pria.

“Saya ingin melihat lebih banyak hal semacam ini di jalanan dan saya memang melihat rambu batasan kecepatan kali ini. Cara ini akan memberikan pelajaran untuk para pengemudi,” kata seorang pengemudi.

Igor Mikhailushkin, juru bicara kepolisian di wilayah NIzhny Novgorod mengatakan, pihaknya akan menerapkan cara yang sama tahun ini.

“Namun, nampaknya para perempuan kami akan mengenakan pakaian lebih banyak dibanding mereka,” ujar Igor.

 

Komentar Facebook

Lainnya