Nasional

Para Kapolsek Saja Tidak Lulus Tantangan Ujian Praktik SIM

Kapolsek Plupuh, AKP Sunarso yang nyaris berhasil melewati rintangan juga gagak di tikungan terakhir.

Semua tahu, ujian untuk mendapatkan Surat Izin Mengemudi (SIM) memang tidak gampang. Terbukti, tidak hanya masyarakat umum, tapi hampir semua polisi yang mencoba tantangan safety riding tak ada satupun yang berhasil.

Dari enam Kapolsek dan tiga Babinkamtibmas yang mencoba rintangan ujian praktik SIM menggunakan sepeda motor Polres, semuanya tumbang. Malahan beberapa Kapolsek terjatuh karena kehilangan keseimbangan saat menghindari rintangan traffic cone yang dibuat melingkar, angka 8 dan jalur lurus tersebut.

Kegiatan praktik Safety Riding untuk anggota tersebut digelar di halaman Polres Sragen, Jawa Tengah, Kamis (19/10/2017).

Kegiatan diawali peragaan dari Bripda Andy IStanto, petugas pemandu ujian praktik SIM di Kantor Pelayanan SIM. Andy dengan mulus memeragakan bagaimana mengendarai motor melewati rintangan tanpa menjatuhkan atau menyentuh pembatas yang dibuat.

Selanjutnya Kapolres AKBP Arif BUdiman membuka sesi tantangan untuk Kapolsek menjajal rintangan yang dibuat persis dengan medan ujian praktik SIM tersebut. Tidak tanggung-tanggung, Kapolsek yang bisa lulus bakal diganjar hadiah Rp 1 juta.

Kapolsek Tangen AKP Sartu, menjadi peserta yang pertama mencoba. Tapi baru melewati tiga rintangan, dia sudah harus menerima kenyataan menabrak traffic cone. Hal yang sama juga dialami Kapolsek Kedawung AKP Bambang Susilo dan Kapolsek Gemolong AKP Supadi.

Bahkan AKP Supadi sempat terjatuh saat melewati jalan zig-zag bersama motor Honda Revo yang digunakan untuk tes.

Berikutnya, Kapolsek Miri AKP FAjar Ihsanudin dan Kapolsek Tanon, AKP Agus Jumadi menjadi korban berikutnya yang juga gagal meski baru beberapa meter berjalan.

Kapolsek Plupuh, AKP Sunarso yang nyaris berhasil melewati rintangan juga gagak di tikungan terakhir. (Foto: Joglosemar/Wardoyo)

Kapolsek Plupuh, AKP Sunarso terlihat paling lihai. Mantan Kanit Laka Satlantas Polres Sragen ini berhasil melewati rintangan zig-zag dengan lancar. Demikian juga dengan rintangan angka delapan tanpa hambatan. Namun untuk rintangan tikungan berbentuk U, motornya menyentuh traffic cone dan terjatuh.

“Mungkin karena bukan kendaraannya sendiri, jadi belum hafal, yang lolos pada umumnya pakai kendaraan sendiri karena lebih menguasai dan tidak canggung,” kata Kasat Lantas Polres Sragen, AKP Dwi Erna Rustanti.

Kasat Lantas, AKP Dwi Erna menyampaikan, memang yang paling sulit adalah saat melintas di putaran terakhir. Perlu penguasaan kendaraan dengan teknik yang baik. Pihaknya bersedia untuk mengajari bagi anggota maupun sosialisasi bagi masyarakat untuk keselamatan berkendara.

Artikel ini sudah diterbitkan di Cowok.co

Komentar Facebook

You Might Also Like