Nasional

NU Tolak Ustaz Bachtiar Nasir Tausiyah di Cirebon, Ini Penjelasan Polisi

Ketua GNPF MUI Bachtiar Nasir
Ketua GNPF MUI Bachtiar Nasir

PBNU Cabang Kabupaten Cirebon menolak kehadiran Ustaz Bachtiar Nasir sebagai pengisi tausiyah dalam acara pembukaan MTQ yang akan digelar di Alun-alun Keraton Kacirebonan, Kamis 19 Oktober 2017.

Rencananya Ustaz Bachtiar Nasir akan mengisi acara di MTQ ke-50. Penolakan itu tertuang dalam surat yang dikeluarkan PCNU Kabupaten Cirebon dan sudah menyebar luas di sosial media.

Ketua PCNU Kabupaten Cirebon, Aziz Hakim membenarkan pihaknya menolak kehadiran Bachtiar Nasir di Kota Cirebon. Alasannya, NU khawatir jika Bachtiar mengisi acara tersebut maka akan mencederai MTQ ke-50 yang digelar di Alun-alun Keraton Kacirebonan.

“Iya benar, saya yang tanda tangan. Surat itu muncul karena awalnya ada informasi yang berkeliaran di lingkungan NU Cirebon, bahwa ada kegiatan tausiyah Bachtiar Nasir di Kota Cirebon. Ada dari kalangan kita yang mendesak menolak kegiatan itu,” ujar Aziz kepada detikcom, Minggu (15/1/2017).

Aziz mengatakan surat penolakan itu sudah diserahkan ke PC Anshor Kota Cirebon untuk kemudian dilayangkan ke Polresta Cirebon. Azis menilai informasi tentang penolakan Bachtiar Nasir sangat kuat dan dinilai gerakan yang tidak terstruktur.

“Kita cegah gerakan tersebut dengan gerakan yang lebih sistematis dengan melayangkan surat penolakan itu. Karena untuk menghindari kemudaratan itu harus kita dahulukan. Dan, surat ini merupakan kegiatan preventif kami dengan harapan semua pihak berpikir tentang acara tersebut,” katanya.

Aziz menambahkan, munculnya penolakan terhadap Bachtiar Nasir, lantaran Bachtiar Nasir dianggap warga NU selalu provokatif dalam menyampaikan ceramahnya. Tak hanya itu, Bachtiar Nasir juga dinilai sering menyinggung ulama-ulama NU.

“Bachtiar Nasir itu selalu provokatif dan menyinggung ulama-ulama NU. Khawatir terjadi ekses, makanya kita ikut mencegah dengan melayangkan surat. Silakan saja mengundang ulama dari kalangan yang di luar NU, tak masalah. Asal yang menyejukan, kemudian harus yang pandai Alquran, karena temanya kan MTQ,” jelasnya.

Sementara Wakil Ketua PCNU Kota Cirebon, Andi Yusuf, pun membenarkan adanya kabar penolakan tersebut. Rencananya, hari ini pihaknya akan berkoordinasi dengan PCNU Kabupaten Cirebon terkait penolakan itu.

“Nanti kita akan kordinasi dengan PCNU Kabupaten Cirebon. Tadi juga Kapolresta Cirebon sempat menghubungi saya terkait penolakan ini. Pada prinsipnya, kita sangat menyayangkan kalau memang betul yang hadir itu Ustaz Bachtiar Nasir,” ucap Andi.

Dikatakan Andi Yusuf, selama ini masyarakat sudah tahu sepak terjang Bachtiar Nasir dalam organisasi HTI yang berseberangan NKRI dan Pancasila.

“Kita kan masyarakat Cirebon yang Ahlus Sunnah Wal Jamaah, yang menerima keberagaman. Walau HTI dibubarkan, tidak dipungkiri ideologinya itu masih ada dalam personal anggotanya. Kita khawatir ada ekses,” tutur Andi.

Surat PCNU Cirebon yang ditujukan Kapolres Cirebon teregistrasi dengan nomor 303/B/PCNU-CRB/X/2017 tertanggal 13 Oktober 2017.

pbnu tolak bachtiar

Surat dari NU Cirebon menolak Ustaz Bachtiar Nasir (Foto: istimewa)

Tanggapan Polisi

Kapolres Cirebon Kota AKBP Adi Vivid Bachtiar membenarkan adanya penolakan Bachtiar Nasir di acara tersebut.

“Memang betul, ada keberatan dari warga NU perihal rencana Ustaz BN dalam mengisi acara pada MTQ di Kota Cirebon. Kami sudah koordinasi dengan pihak Pemkot Cirebon,” ujar AKBP Adi kepada detikcom, Minggu (15/10/2017).

Sebelum surat itu menjadi viral, diakui Adi, pihaknya sudah menerima informasi dari intelijen terkait adanya penolakan dari NU terhadap Bachtiar Nasidr.

“Jauh sebelum itu, kami memang menerima informasi dari intelijen terkait adanya keresahan warga, terutama warga NU berkaitan dengan rencana Ustaz BN sebagai pengisi acara pada MTQ tersebut,” jelas Adi.

Atas hal itu, Adi sendiri telah berkoordinasi dengan Pemkot Cirebon selaku penyelenggara MTQ. Dengan pertimbangan masalah keamanan, Adi menyampaikan keberatan masyarakat itu ke pihak Pemkot Cirebon dan meminta Ustaz Bachtiar diganti.

“Perlu dicatat bahwa Polri tidak menolak, hanya memberikan imbauan dan saran kepada Pemkot selaku penyelenggara, dengan mempertimbangkan aspek keamanan,” imbuhnya.

Adi menambahkan, pihak Pemkot Cirebon sendiri telah mengirim surat ke Bachtiar atas pembatalan tersebut. Sementara Pemkot Cirebon juga telah menyiapkan pengganti Bachtiar sebagai pengisi tausiyah pada acara pembukaan MTQ tersebut.

“Wali Kota telah mengirimkan surat kepada Ustaz BN terkait pembatalan BN sebagai pengisi acara dan kemarin sudah sepakati penggantinya oleh panitia. yaitu Imam Besar Masjid Istiqlal Ustaz Nasarudin Umar,” lanjutnya.

Terkait adanya penolakan Bachtiar Nasir ini, Polres Cirebon Kota telah menyiapkan pengamanan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kami intens komunikasi dengan pihak panitia, karena dengan adanya undangan BN sebagai pengisi acara tentunya karena ada pendukungnya di sini, sehingga kami siapkan pengamanan agar hal ini tidak menjadi masalah pada saat pelaksanaannya nanti,” tuturnya.

Lebih jauh, Polres Cirebon Kota juga telah melakukan pendekatan ke pihak pro dan kontra akan rencana kedatangan Bachtiar tersebut. Pihak yang pro-kontra diimbau untuk tidak terprovokasi.

“Kami sudah melakukan pendekatan kepada pihak yang pro maupun kontra terhadap kedatangan Ustaz BN, dan kami imbau juga agar tidak terprovokasi, dengan tujuan utama supaya tidak terjadi perpecahan antar-umat Islam di Kota Cirebon dan menjaga stabilitas keamanan yang sudah kondusif selama ini,” tuturnya.

Komentar Facebook

You Might Also Like