Ekonomi dan Bisnis

Natalius Pigai: Jokowi Terlihat Hedonis Dan Inkonsisten di Pernikahan Kahiyang

Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai
Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai

Komisioner Komnas Ham Natalius Pigai menilai Presiden Joko Widodo telah melanggar komitmennya sendiri terkait jumlah tamu yang diundang dalam resepsi pernikahan putrinya, Kahiyang Ayu dengan Bobby Nasution.

Padahal, kata Pigai, Jokowi dulu pernah mengeluarkan kebijakan bahwa pejabat di tingkat pusat maupun daerah dilarang menggelar pesta berlebihan. Peraturan tersebut mulai diterapkan pada 1 Januari 2015.

Menurut Pigai, Jokowi telah mengingkari peraturan yang pernah dibuatnya sendiri.

“Dari sisi etika, seorang presiden menyelenggarakan resepsi besar-besaran dengan menabrak aturan dan komitmen pemerintah,” ujar Pigai, Minggu (5/11).

Selain itu, Pigai juga menilai, revolusi mental yang digaungkan Jokowi tidak tampak dalam acara tersebut. Jokowi lebih cenderung terlihat hedonis yang mau memamerkan kewewahan, kekayaan di tengah situasi ekonomi nasional yang terpuruk.

Pigai menganggap, sangat tidak elok Jokowi menyelenggarakan acara begitu megah dan besar di tengah lesunya ekonomi.

“Presiden Jokowi tentu tahu bahwa banyak supermarket, mall ditutup karena terancam bangkrut karena daya beli masyarakt rendah. Sarjana sudah tidak lagi mendapat kesempatan pekerjaan yang baik sehingga orientasi mereka menjadi tukang ojek online,” ujarnya.

lebih lanjut Pigai menilai sangat wajar jika revolusi mental ala Jokowi tidak berjalan mulus lantaran tindakan yang dilakukan Jokowi sendiri.

Menurutnya, kebijakan Jokowi tentang revolusi mental sangat baik, terlebih dalam buku Manusia Indonesia karya Mochtar Lubis, menjelasakan bahwa salah satu kelemahan Indonesia adalah mental hipokrit atau munafik.

“Revolusi mental itu salah satunya menghapus gaya hipokrit, tetapi Jokowi sendiri menunjukkan pertentangan. Dalam situasi begini bisa dikatakan revolusi mental tidak jalan karena jokowi,” ujarnya.

Pigai menambahkan sudah pantas jika Jokowi mendapat sanksi sosial mengenai langkah yang dilakukannya seperti menabrak aturan yang dibuat sendiri dan menabrak etika revolusi mental dan cinderung hedonistik.

Dirinya juga berharap para politisi ikut memberikan kritik kepada Jokowi terkait rencana yang akan dilakukannnya.

“Para politikus jangan buta jangan diam. Minimal mengingatkan pemerintah tentang ini,” pungkas Pigai.

Baca juga: Foto Pra-nikah Kahiyang dan Bobby Pamerkan Keelokan Indonesia

Komentar Facebook

You Might Also Like