Politik

MUI “Lepas Tangan” Soal Demo 2 Desember, Tapi Tidak Soal Ahok

Ketua MUI Ma'ruf Amin (dua kanan) bersama pengurus MUI saat menerima kedatangan Kapolri Jenderal Tito Karnavian. (Foto: Fathan Sinaga/JPNN.com)

Jurnalindonesia.id – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma’ruf Amin menegaskan pihaknya sama sekali tidak ada hubungannya dengan demo tersebut 2 Desember mendatang.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) resmi mendeklarasikan untuk kembali melaksanakan aksi turun ke jalan yang kali ini diberi nama “Aksi Demo Jilid III” pada 2 Desember 2016.

MUI, kata Ma’ruf Amin, bukan pihak yang mendukung gerakan tersebut.

“Tidak ada hubungannya dengan MUI,” kata Ma’ruf usai berdialog dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Kantor Pusat MUI di Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (18/11), dikutip JPNN Jumat (18/11/2016).

Baca: MUI Kembali Tegaskan Ahok Mesti Segera Ditahan

Meski demikian, Anggota Dewan Pertimbangan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini menegaskan bahwa MUI tetap berpegang teguh pada pendiriannya soal ucapan Basuki Tjahaja Purnama mengenai surah Almaidah 51 sebagai penistaan agama.

Kemudian, Ma’ruf juga menegaskan, terus mendukung langkah Polri memproses penyidikan Ahok secara hukum. Bahkan, MUI akan terus mengawasinya hingga ke pengadilan.

“Kami akan melakukan pengawasan sampai selesai. Kemudian, proses masalah Pak Ahok ini tidak ada kaitannya karena beliau orang Tiongkok atau etnis tertentu. Jadi memang itu masalah hukum semata. Kami minta kepada saudara kami dari agama lain, supaya Polri menangani masalah ini dilakukan secara profesional,” tandas Ma’ruf.

Artikel Lain