Female

Mengenal Pertumbuhan dan Perkembangan Pada Anak Menurut Para Ahli

Seperti yang kita ketahui bahwa manusia dilahirkan tidak bisa langsung beradaptasi dan berinteraksi dengan tempat lingkungan sekitarnya. Selain itu, setiap masing-masing individu akan mengusung karakteristik yang merupakan warisan dari orangtuanya. Tentu saja warisan karakter dari orangtuanya, menjadi hal pembeda dengan karakter anak yang lainnya. Salahsatu yang dapat mempengaruhi tingkat perkembangan karakter individu anak, yakni faktor lingkungan yang mencakup religi, fisik, psikis, dan sosial.

Sebelum membahas lebih jauh lagi mengenai pertumbuhan dan perkembangan anak, perlu anda pahami juga bahwa masing-masing dari kata “Pertumbuhan” dan “Perkembangan” memiliki artian yang berbeda dalam pengertiannya. Pertumbuhan adalah dimana jumlah sel-sel didalam tubuh bertambah banyak, sehingga dengan bertambahnya sel tersebut bisa dijadikan sebagai tolak ukur pada anak. Sedangkan perkembangan adalah bertambahnya fungsi alat tubuh, yang dapat terjangkau melalui beberapa tahap seperti belajar, pertumbuhan, dan kematangan.

Pertumbuhan dan perkembangan, masing-masing berjalan pada waktu-waktu tertentu yang bisa dipastikan akan ketepatan prediksinya. Meskipun begitu, tak jarang prediksi tersebut selalu meleset setelah si anak beranjak dewasa. Misalkan saja anak anda hobi bermain bola, kemudian anda memprediksikan bahwa si anak akan menjadi seorang pemain sepakbola. Namun siapa sangka saat beranjak dewasa, anak anda malah menjadi pemain bola basket profesional. Terlepas dari semua hal itu, dibawah ini ada beberapa teori dalam pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi pada anak :

Perkembangan Psychosexual (Sigmeun Freud)

Pada perkembangan yang satu ini, seorang anak akan mengalami 5 tahapan :

  1. Yang pertama adalah Fase Oral pada anak berusia 0 – 1 tahun, dimana sang anak akan memasukan apapun kedalam mulutnya.
  2. yang kedua adalah Fase Anal pada anak berusia 2 – 3 tahun, dimana sang anak akan merasakan sesuatu yang terjadi pada anusnya saat buang air besar.
  3. Yang ketiga adalah Fase Faliks pada anak berusia 3 – 4 tahun, dimana seorang anak itu sudah mengenali perbedaan lawan jenisnya serta mulai tertarik pada bentuk fisik lawan jenisnya.
  4. Yang keempat adalah Fase Latent pada anak berusia 4 – 5 tahun, dimana seorang anak tersebut akan memilih teman bermain yang sama dengan jenis kelaminnya.
  5. yang kelima adalah Fase Genitalia pada anak usia 9 – 10 tahun, dimana seorang anak tersebut akan mengutarakan rasa ketertarikan pada lawan jenisnya.

Itulah ulasan mengenai seputar pertumbahan dan perkembangan pada anak. Semoga dengan ulasan diatas tadi, dapat membuat anda faham dalam mengamati karakteristik pada anak.

loading...


Artikel Lain