Nasional

Mendapat Perlawanan, Tabligh Akbar Alfian Tanjung di Kepulauan Seribu Terpaksa Dihentikan

Dosen Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA) Alfian Tanjung di kantor Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (8/3/2017).

Jurnalindonesia.id – Acara Tabligh Akbar yang diselenggarakan Gerakan Muslim Jakarta (GMJ) pimpinan Buang Busyarif Korwil Kepulauan Seribu sempat diwarnai kericuhan, Rabu (12/4/2017).

Kericuhan terjadi antara penyelenggara ceramah dengan sekelompok orang berbaju kotak-kotak.

Kasubag Humas Kepulauan Seribu Iptu Ferry Budiharso menuturkan, kericuhan tersebut berawal ketika Alfian Tanjung, Dosen Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA), mulai berceramah di acara Tabligh Akbar yang digelar di Pulau Kelapa, Kepulauan Seribu pada Rabu siang itu.

Nama Alfian Tanjung mencuat setelah ceramah kontroversialnya beberapa waktu lalu yang menuding Nezar Patria dan Teten Masduki sebagai antek PKI.

Sekira pukul 14.20 WIB ketika Alfian menyampaikan ceramah, sekelompok massa berbaju kotak-kotak memasuki lokasi acara dan meminta acara dihentikan. Mereka beralasan, Alfian kerap menyinggung suku, agama, ras, dan antargolongan dalam ceramahnya.

“Sebelumnya kami sudah minta panitia untuk tidak ceramah SARA, mereka setuju cuma tiba-tiba datang penceramah dari Jakarta ini,” kata Iptu Ferry Budiharso.

Perdebatan antara dua kubu ini membuat acara terhenti hingga polisi kemudian memediasi keduanya. Massa pun diimbau untuk tidak saling menghujat.

Karena situasi kurang kondusif, Kapolsek Kepulauan Seribu kemudian bernegosiasi dengan ketua panitia tabligh akbar supaya acara tersebut dihentikan.

“Pukul 14.40 kedua massa membubarkan diri dan situasi kondusif,” kata Ferry.

 

Artikel Lain