Kriminal, Nasional

Marwah Daud Ibrahim Layangkan Protes Penangkapan Dimas Kanjeng ke Presiden, Menko Polhukam, Kapolri dan Kompolnas

kanjeng dimas
Penangkapan Kanjeng Dimas Taat Pribadi (kanan), tersangka otak pembunuhan dua pengikutnya, Abdul Gani dan Ismail, berlangsung dramatis, Kamis (22/9/2016) dini hari.

Jurnalindonesia.id – Ketua Yayasan Padepokan Dimas Kanjeng, Marwah Daud Ibrahim, melayangkan surat protes kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Mabes Polri.

Marwah menyesalkan penangkapan guru besar padepokan dengan perlakuan seperti teroris.

“Kami datang sampaikan surat dari kuasa hukum kami Isa Yulianto, surat yang sama kami layangkan ke Presiden RI, Menko Polhukam, Kapolri dan Kompolnas. Case tentang yayasan pimpinan kami yaitu kami sebut yang mulia Dimas Kanjeng Taat Pribadi yang ditangkap begitu dramatis seperti teroris,” kata Marwah di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (26/9/2016).

Marwah Daud Ibrahim

Marwah Daud Ibrahim

Marwah menuturkan, pada Kamis (22/9/2016) lalu, tim gabungan Polda Jatim bersama Polres Probolinggo menangkap Dimas Kanjeng Taat Pribadi atas dugaan kasus pembunuhan seorang santri-nya. Kedatangan polisi tidak mendapatkan perlawanan dari para pengikut padepokan.

“Aparat sekitar 2.000 tapi kami dapat informasi di ring 2 dan 3, itu ada tujuh ribu orang dengan pakaian lengkap ibarat penangkapan mungkin teroris. Mungkin lebih seperti waktu di DPR dulu, ketika masa menurunkan Soeharto. Sedramatis itu, padahal yang dituduhkan tentang kasus pembunuhan,” sesalnya.

Menurut Marwah, dramatisasi panangkapan Taat Pribadi bak teroris itu telah menjatuhkan nama baik yayasan serta para pengikut padepokan.

“Berkembang informasi yang sangat merugikan guru besar kami. Pimpinan yayasan kami yang juga merugikan atau mengurangi kehormatan dari para santri. Jadi dijemput kok seperti teroris,” ungkapnya.

Marwah mengatakan Dimas Kanjeng tidak memenuhi panggilan polisi karena sakit.

“Surat yang dikirim masih sebagai saksi, kami terus komunikasi yang pertama karena sakit, yang kedua sedang bernegosiasi dengan kapolres dan waktu itu tidak dengan Polda. Janjinya, kami hari Jumat, tapi waktu itu diserbu hari (Kamis) istilahnya. Tapi alhamdullilah tidak ada apa-apa hari itu,” ujarnya.

Meski demikian, Marwah mengucapkan terima kasih kepada polisi yang berhasil melakukan penangkapan tanpa menimbulkan gesekan dengan para pengikut padepokan.

“Tapi kami sangat berterima kasih pada bapak kapolres atau kapolda. Walaupun jumlah santri banyak, walaupun jumlah aparat sangat banyak sampai lengkap mobil barracuda segala, water cannon dan truk, tetapi tidak terjadi pertumpahan darah, artinya under control dan pimpinan kami yang mulia Dimas Kanjeng Taat Pribadi sekarang sudah selesai diperiksa di Polda Jatim,” pungkasnya.

 

Komentar Facebook

Lainnya