Nasional

Klaim Ada Ribuan SMS Aduan Setiap Hari ke Novel FPI Dibantah Warga Kep. Seribu

Jurnalindonesia.id – Novel Chaidir Hasan Bamukmin menjadi salah satu saksi pelapor atas kasus dugaaan penistaan agama yang melibatkan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Dalam kesaksiannya dalam persidangan keempat yang digelar di Gedung Kementan, Jakarta Selatan, Selasa, 3 Januari 2017, Novel mengaku telah menerima banyak telepon dari warga Kepulauan Seribu pada 27 September 2016.

Novel Bamukmin mengaku mendapat banyak aduan dari warga Kepulauan Seribu soal pidato kontroversial Ahok. Namun sejumlah warga Pulau Pramuka, tempat Ahok berpidato, menyanggah pernyataan Novel.

Sejumlah warga Pulau Pramuka dan Panggang menyanggah ada pengaduan kepada Novel soal Ahok. Mereka kompak menyatakan tidak mendengar kabar atau bahkan melapor ke Novel terkait pidato Ahok.

“Saya nggak tahu. Sepertinya tidak ada orang Pulau yang melapor. Kita kan biasa-biasa saja,” kata Bram (52), warga asli Pulau Pramuka, saat ditemui detikcom di dermaga nelayan Pulau Panggang, Rabu (4/1/2017).

Bram (52), warga asli Pulau Pramuka (Foto: Masaul/detikcom)

Bram (52), warga asli Pulau Pramuka (Foto: Masaul/detikcom)

Warga yang lain saat kesempatan bersamaan, Jerry (51) menyatakan tidak ada yang marah dengan pidato Ahok. Ia dan warga baru tahu pidato Ahok dipermasalahkan saat ramai pemberitaan di televisi.

“Kalau orang sini pada di luar semua enggak terlalu merhatiin. Setelah pidato itu warga sini ya biasa saja,” ujar Jerry.

Ada pula warga lainnya seperti Nur (39), Wali (55), dan Linda (41) yang pernyataannya serupa. Dalam pergaulan dengan tetangga sehari-harinya mereka tidak pernah membahas pidato Ahok, apalagi melaporkannya.

“Kurang tahu kita apa ada yang melapor ke Novel. Kalau kumpul ya biasa saja enggak nyinggung-nyinggung,” ucap mereka.

Sementara itu, Marudin Boko (51) warga asli Pulau Panggang meminta Novel mengungkap warga yang melapor. Boko meminta nama pelapor diungkap agar semua menjadi jelas.

“Nggak pernah denger ada yang laporan ke sana. Tanya saja dia siapa yang melaporkan pasti nanti ketahuan,” tegas Boko.

Sebelumnya, setelah menjalani sidang kemarin, Ahok menyebut Novel melaporkan dugaan penistaan agama ke polisi dengan tulisan ‘atas kehendak umat Islam se-Indonesia’. Ahok pun menanyakan mengapa saat dia berpidato di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, tidak ada warga yang memprotesnya.

“Habib Novel juga mengatakan, sorenya, 27 September itu, banyak telepon dari Kepulauan Seribu menelepon beliau mengatakan saya menista, menodai, agama. Ini tertulis laporan tersebut atas kehendak umat Islam seluruh Indonesia. Lalu kita tanya, orang Kepulauan Seribu umat Islam Indonesia bukan? Iya, tapi kurang beriman, katanya. Ini beda Islamnya,” kata Ahok setelah menjalani sidang di aula Kementan, Jakarta Selatan, Selasa (3/1).

Padahal, menurut Ahok, warga Kepulauan Seribu tampak menerima kedatangannya dengan baik-baik saat itu. Ahok pun sempat menyampaikan protes bahwa pidatonya berlangsung selama 1 jam 40 menit, tapi video yang dilaporkan ke polisi hanya 13 detik.

 

Artikel Lain