Nasional

Ketua DPRD Jatim pun Mengaku Tersinggung dengan Adanya Patung Raksasa di Tuban

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Tuban, Jawa Timur, menutup patung Dewa Perang Kongco Kwan Sing Tee Koen dengan kain putih di Kelenteng Kwan Swie Bio, Minggu (6/8/2017).

jurnalindonesia.id – Ketua DPRD Jatim Abdul Halim Iskandar mengaku ikut tersinggung dengan didirikannya patung Kwaan Sing Tee Koen di Kabupaten Tuban. Kendati demikian, ia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi.

“Kalau dikatakan tersinggung, saya juga tersinggung. Tapi maksud saya, jangan mudah ditumpangi oleh siapapun,” ujar Abdul Halim saat menemui massa dari Bhoemi Poetra Menggoegat di ruang Banggar DPRD Jatim, Jalan Indrapura, Surabaya, Senin (7/8/2017).

Lewat pertemuan tersebut, perwakilan massa pun menegaskan bahwa tidak ada maksud SARA dari pihaknya. Aksi unjuk rasa yang mereka lakukan murni untuk nasionalisme, sebab mereka tidak ingin bangsa ini terpecah-pecah, ternodai dan terlukai dengan berdirinya patung raksasa tersebut.

Baca: “Warga Tuban Sendiri Tidak Merasa Terganggu dengan Adanya Patung Tersebut”

Massa juga meminta supaya ada kepekaan dan kepantasan serta tidak melakukan sesuatu intoleran yang bisa mengusik rasa kebersamaan di Jawa Timur yang saat ini sudah kondusif.

“Saya sependapat dengan tiga hal itu, kepekaan, kepantasan dan toleransi. Tapi, bagaimana masalah ini dapat diselesaikan, tapi bukan membersakan intoleransi, perbedaaan. Tapi fokus pada peraturan perundang-undangan, dan terjebak permasalahan yang membawa-bawa agama, suku, golongan, ras atau kelompok tertentu,” ujar Abdul Halim.

Soal izin pendirian patung tersebut, Abdul Halim sudah menyerahkannya ke Pemerintah Kabupaten Tuban.

“Kalau kita sudah bicara bareng-bareng, secara kekeluargaan maupun formal, tapi kok IMB-nya keluar. Saya akan turun ke sana. Berarti Pemkab Tuban tidak aspiratif terhadap permasalahan masyarakat Jawa Timur dan bangsa Indonesia,” jelasnya.

Selain Ketua DPRD Jatim Abdul Halim Iskandar, hadir juga dalam pertemuan itu Gatot Sutantra, Agus Maimun, Abdul Halim (anggota DPRD Jatim). Pertemuan berlangsng di ruang Badan Anggaran DPRD Provinsi Jatim.

Massa meminta Ketua DPRD Jatim untuk menandatangani kesepakatan dari pertemuan tersebut. Usai diterima, massa yang dari berbagai elemen organisasi masyarakat membubarkan diri.

Baca: Massa Beri Waktu 7 x 24 Jam ke Pihak Kelenteng untuk Robohkan Patung Kwaan Sing Tee Koen

Peserta unjuk rasa menolak patung raksasa di Tuban

 

Komentar Facebook

You Might Also Like