Musik

Iwan Fals pun Jadi Khawatir Gara-gara Ada Kasus Bendera Ditulisi

Iwan Fals
Iwan Fals

Jurnalindonesia.id – Kasus bendera Merah Putih bertuliskan Arab dan gambar pedang saat demo FPI di Mabes Polri membuat penyanyi senior Iwan Fals ikut khawatir. Hal tersebut lantaran Orang Indonesia (OI), komunitas penggemar Iwan Fals, juga sering membubuhkan/mencetak tulisan dan gambar di tengah merah-putih.

Kekhawatiran itu Iwan sampaikan melalui akun Twitter-nya, @iwanfals. Beberapa cuitannya belakangan ini menyinggung soal kasus bendera yang ditulisi itu.

Foto: Screenshot Twitter @iwanfals

Foto: Screenshot Twitter @iwanfals

“Waduh soal bendera yg gak boleh ‘di-apa2in’ sy jadi kepikiran terus nih, gimana ya,” tulis Iwan pada 19 Januari 2017 lalu seperti dilihat detikcom Senin (23/1/2017) pukul 09.14 WIB.

Pada cuitan yang sama, Iwan juga mem-posting 4 buah gambar.

Foto: Screenshot Twitter @iwanfals

Foto: Screenshot Twitter @iwanfals

Gambar pertama dengan background merah-putih terlihat foto Iwan. Di gambar tersebut juga ada tulisan ‘Tunjukan pada Dunia bahwa sebenarnya KITA MAMPU’.

Kemudian gambar kedua yang di-posting Iwan adalah foto bendera Merah Putih. Di bagian warna merah tertulis ‘Orang Indonesia’, dan pada bagian putih ada lambang OI dengan tulisan ‘Bersatulah’.

Foto: Screenshot Twitter @iwanfals

Foto: Screenshot Twitter @iwanfals

Di gambar ketiga, Iwan mem-posting foto para fans yang tampaknya tengah menonton konser. Terlihat sejumlah fans membentangkan bendera yang disablon dengan gambar wajah Iwan. Di bagian atas ada tulisan ‘SEMPLAK’, logo OI, dan tulisan ‘Wajah Pribumi’.

Di foto keempat yang di-posting Iwan adalah logo OI Ambulu dengan background berwarna merah-putih. Penyanyi lagu ‘Bento’ itu kemudian menulis cuitan lagi di akun Twitter-nya.

Foto: Screenshot Twitter @iwanfals

Foto: Screenshot Twitter @iwanfals

Satu hari setelah posting-an itu, Iwan kembali menuliskan cuitan bernada sindiran.

“Soal bendera, awak ini apalah, tak mengerti hukom, jgn diperiksalah pak, diselesaikan secara kekeluargaan saja ya pak,” tulis Iwan dengan membubuhkan ikon smileys, pada Jumat (20/1).

Foto: Screenshot Twitter @iwanfals

Foto: Screenshot Twitter @iwanfals

Di hari yang sama, Iwan kembali mencuit soal kasus bendera. “Banyak yg bilang dibendera itu ada tulisan arabnya, jadi dilarang, wah pdhl sy ada turunan arabnya lho, wah berabe nih,” katanya.

Ayah dari Galang Rambu Anarki tersebut terus menuliskan soal kasus bendera. Ia kembali mem-posting dua foto yang sudah di-posting terlebih dahulu, ditambah satu foto lagi tentang aturan mengenai bendera negara yang tertuang dalam Undang-Undang No 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara.

Foto: Screenshot Twitter @iwanfals

Foto: Screenshot Twitter @iwanfals

“Oh aturannya baru tahun 2009 to, itu Oi thn 1999 kayaknya, 10 thn sebelum 2009,” tulis Iwan melengkapi gambar yang dia posting.

Selanjutnya Iwan kembali mem-posting sejumlah gambar. Secara implisit, Iwan menyindir kasus bendera yang ditulisi.

Sebab, di salah satu foto yang diunggahnya terlihat foto Kapolri Jenderal Tito Karnavian bersama jajarannya. Para perwira polisi itu memakai peci yang di bagian luarnya dipasang ikat kepala berwarna merah-putih dengan sablon tulisan.

Foto: Screenshot Twitter @iwanfals

Foto: Screenshot Twitter @iwanfals

“Klo yg ini sy gak brani, ijin konser bisa gak keluar nih😀 o ya yg di Samarinda ditunggu ya✌,” cuit Iwan di hari yang sama.

Gambar-gambar bendera Merah Putih yang ditulisi kini kembali menjadi viral. Seperti Band Metallica, yang memegang bendera Merah Putih dengan sablon nama band mereka saat konser di Indonesia.

Kemudian ada juga foto-foto bendera Merah Putih dengan lambang atau tulisan ‘Slank’. Kasus adanya bendera Merah Putih yang ditulisi juga terjadi di Kota Mojokerto pada pertengahan 2016. Namun polisi tidak mempidanakan warga yang memasangnya karena tidak mengetahui adanya aturan soal bendera tersebut.

“Karena masyarakat tidak tahu. Maka hanya dikasih tahu itu tidak boleh. Benderanya diturunkan. Fungsi kita kan seperti itu, pembinaan. Jangan sampai ditangkap karena masyarakat tidak mengerti,” tutur Kapolres Kota Mojokerto Nyoman Budiarja, Minggu (22/1/2017) malam.
(elz/fjp)

 

ELZ/FJPDETIKCOM

loading...


Artikel Lain