Nasional

Foto Puting Beliung Terjang Banjarnegara, Pohon Bertumbangan Timpa Kendaraan

Hujan badai menerjang wilayah Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Berdasarkan data di RSUD Banjarnegara, satu orang dikabarkan tewas dan 6 lainnya mengalami luka akibat tertimpa pohon yang tumbang.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho, lewat akun Twitter resminya, Rabu (8 November 2017), mengunggah rekaman video saat badai menerjang Banjarnegara.

Dalam video yang berdurasi selama 45 detik itu, tampak suasana sangat mencekam, warga dilanda kepanikan dan ketakutan. Mereka berusaha menyelamatkan diri dengan cara berlari ke dalam bangunan yang ada di sekitar lokasi.

Tak hanya itu, dalam terjangan badai, terdengar teriakan minta tolong dari warga yang terjebak di luar ruangan. Dan sayup-sayup terdengar azan dikumandangkan.

Sejumlah pohon terlihat bertumbangan ke jalanan dan menimpa sejumlah orang yang sedang berlari ke tempat aman.

Lihat videonya berikut:

Salah satu korban selamat bernama Edi Tri Tulisno (25) yang tertimpa pohon beringin Alun-alun Banjarnegara menuturkan, pada saat kejadian, ada sekitar 15 orang sedang berteduh di bawah pohon besar tersebut. Sebagian dari mereka adalah para pemain voli.

Saat itu di Alun-alun Banjarnegara sedang digelar pertandingan bola voli HUT PGRI. Namun sekitar pukul 12.30, hujan deras turun. Tidak hanya itu, juga disertai angin kencang. Pohon beringin itu kemudian tumbang menimpa orang yang berteduh di bawahnya.

Pohon beringin di alun-alun Kota Banjarnegara, Jawa Tengah, tumbang, Rabu (8/11/2017) siang sekitar pukul 13.00 WIB.

Edi mengungkapkan, insiden itu terjadi begitu singkat dan tidak ada tanda-tanda pohon akan tumbang.

Saat itu, ia sedang menunggu giliran bertanding voli. Namun, karena gerimis ia dan beberapa temannya berteduh di bawah pohon beringin.

“Karena pohonnya besar jadi saya berteduh di bawahnya selama menunggu giliran bertanding,” ujarnya saat ditemui di RSUD Hj Anna Lasmanah, Banjarnegara, Rabu (8/11/2017).

Warga Desa Tribuana Kecamatan Punggelan ini mengalami luka ringan di bagian kepala. Sementara, korban lainnya yakni Badari (80) warga Desa Gemuruh Kecamatan Bawang serta Eko Setyo (30) warga Desa Kecepit Kecamatan Punggelan dirujuk ke Siaga Mediak Banyumas. Sedangkan, 1 korban rawat inap di RSUD Hj Anna Lasmanah atas nama Tomi (16) warga Desa Tribuana Kecmatan Punggelan.

“Sebagian besar korban adalah pemain voli yang menunggu bertanding,” kata dia

Eko Andrianto teman korban yang saat itu juga berada di area Alun-alun mengatakan, angin kencang terjadi sekitar 2-3 menit. Saat itu kata dia beberapa orang berteduh di Masjid yang berada di sekitar Alun-alun dan sebagian di bawah pohon beringin yang berada di tengah-tengah Alun-alun Banjarnegara.

“Anginnya kencang seperti angin puting beliung. Ada beberapa teman saya melihat berteduh di bawah pohon beringin. Sehingga saat tumbang ada yang tidak sempat lari untuk menyelamatkan diri,” kata dia.

Foto: Uje Hartono/detikcom

Insiden tersebut mengakibatkan satu orang tewas dan 6 lainnya mengalami luka.

Korban meninggal dunia bernama Riska Wardana (16) warga Desa Tribuana Kecamatan Punggelan.

“Ada 7 korban yang sudah masuk di RSUD 1 di antaranya meninggal dunia,” ujar Direktur RSUD, Hj Anna Lesmanah Agung Budianto di RSUD, rabu (7/11/2017).

Korban atas nama Riska Wardana ketika sampai di rumah sakit sudah dalam kondisi meninggal dunia. Yang bersangkutan mengalami luka hampir di semua tubuh.

“Sedangkan dua korban yang mengalami luka berat yakni di bagian bahu dan rencana akan dirujuk ke rumah sakit Margono Purwokerto,” kata dia.

Korban puting beliung di Banjarnegara. (Foto: Uje Hartono/detikcom)

Atap rumah rusak

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara telah melakukan pendataan atas peristiwa tersebut.

Tidak hanya hanya pohon beringin di Alun-alun saja yang tumbang. Namun ada 7 titik pohon tumbang dan atap rumah warga yang rusak akibat insiden itu, termasuk juga bangunan sekolah dan dua kendaraan roda empat.

Selain pohon beringin di Alun-alun Banjarnegara, pohon beringin di perempatan SMPN 1 Banjarnegara patah. Akibatnya dahan pohon beringin tersebut menimpa pedagang yang berada di bawah pohon tersebut.

“Ada satu penjual empek-empek dan mengalami luka-luka,” kata Kepala Pelaksana BPBD Banjarnegara Arief Rahman, Rabu (8/11/2017).

Dia mengatakan di depan kantor PKK Banjarnegara satu unit kendaraan roda empat tertimpa pohon. Di titik lain, yakni pohon di jalan depan BRI Kelurahan Krandegan juga ikut roboh.

Foto: Uje Hartono/detikcom

“Untuk yang pohon pelindung di sekitar Kodim Banjarnegara menimpa kendaraan roda empat. Dan di area SPBU juga tumbang. Tidak menyebabkan korban hanya membuat kemacetan jalan,” jelasnya.

Tidak hanya itu, gedung SDN 4 Krandegan juga tertimpa pohon beringin dan baliho yang roboh.

Selain pohon dan baliho, atap rumah warga di perumahan Gayam dan warga di Desa Ampelsari juga porak poranda.

Sebuah mobil avanza warna putih yang sedang diparkir di samping Kodim 0704 Banjarnegara mengalami kerusakan di bagian depan karena tertimpa dua pohon.

Foto: Uje Hartono/detikcom

Pohon tumbang juga terjadi di area Pasar Banjarnegara, di Jalan Dipayuda serta jalan Banjarnegara-Purwokerto di beberapa titik. Sedangkan papan baliho yang berada di sebalah selatan Alun-alun Banjarnegara juga roboh karena angin kencang.

Desi, salah satu pedagang makanan di dekat Kodim 0704 Banjarnegara mengatakan setelah hujan beberapa saat kemudian terjadi angin kencang. Kendaraan yang parkir di tepi jalan tidak sempat untuk dipindah terlebih dahulu.

“Termasuk sepeda motor saya juga ikut terkena ranting. Hanya kerusakannya tidak banyak,” terang Desi.

Baliho roboh di alun-alun Banjarnegara. (Foto: Uje Hartono/detikcom)

Atas peristiwa tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pun menyampaikan dukanya yang mendalam. Ia pun meminta BPBD untuk terus memberikan informasi potensi bencana.

“Saya turut berduka atas korban meninggal dunia. Semoga khusnul khotimah. Kepada mereka yang sakit segera mendapatkan perawatan dan semoga lekas sembuh. Selanjutnya pemda segera berikan bantuan kepada para korban,” kata Ganjar lewat pesan singkat, Rabu (8/11/2017).

“Saya tadi komunikasi dengan BPBD dan mendapatkan laporan detail termasuk dari masyarakat melalui medsos,” imbuh dia.

Ganjar saat ini sedang berada di Solo, ia mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk waspada. Selain itu ia berharap BPBD segera memberikan informasi terkait potensi bencana di Jawa Tengah.

“Masyarakat diminta waspada. BPBD saya minta untuk memberikan info terus menerus soal potensi bencana ini dengan mengambil data dari BMKG,” tandasnya.

Artikel ini sudah diterbitkan di Cowok.co

Komentar Facebook

You Might Also Like