Kriminal

First Travel: yang Berangkatkan Umrah Bukan Kami, Tapi Tuhan

Pengacara First Travel

Kuasa hukum dan Legal PT First Anugerah Karya Wisata atau First Travel, Deski , menyambut baik putusan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) oleh majelis hakim Pengadilan Niaga Jakarta Pusat. Pihaknya mengaku masih mampu memberangkatkan calon jamaah umrah ke Mekkah.

Hal ini berkebalikan dari keputusan sebelumnya yang menolak permohonan PKPU dari calon jamaah. Pihak First Travel menganggap, keterlambatan memberangkatkan jemaah bukan merupakan utang.

“Sekarang bagus kita masuk PKPU. Jadi jemaah tidak perlu khawatir tidak diberangkatkan. Karena yang memberangkatkan umrah itu bukan First Travel tetapi Allah,” kata Deski seusai sidang putusan, Selasa (22/8/2017).

Baca: Begini Ternyata Modus First Travel Gaet Banyak Jemaah Secara Cepat

Deski berharap keputusan ini menjadi jalan keluar yang baik. Selanjutnya, pihak First Travel berencana untuk menawarkan proposal perdamaian yang berisi dua opsi antara memberangkatkan jamaah atau mengembalikan dana yang disetor (refund).

“Saya jujur memilih memberangkatkan [umrah] saja daripada mengembalikan dana,” tuturnya.

Adapun soal sumber dana pemberangkatan, dia meminta untuk tidak mempersoalkan. Dia mengklaim ada dana untuk memberangkatkan umrah. Meski demikian ia tidak menyinggung aset yang kini telah disita polisi berupa mobil, rumah, dan kantor.

Baca: Polisi: Arus Transaksi di Rekening First Travel Capai Rp 4 triliun Lebih

Sebelumnya Deski juga mengimbau para jemaah untuk tetap tenang. Dia meminta jemaah untuk tidak mempercayai berbagai pemberitaan yang beredar luas, terutama soal saldo rekening First Travel yang tinggal tersisa Rp 1,5 juta dan Rp 1,3 juta.

“Kalau dikatakan di rekening cuma ada (saldo) Rp 1,5 juta atau sekian-sekian lah, untuk bayar pengacaranya aja berapa? Kan tidak mungkin bayar pengacara cuma Rp 1,5 juta,” ujar Deski, kepada wartawan, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (21/8/2017).

Oleh sebab itu, dia meminta jemaah bersikap tenang. Sebab, First Travel masih menjalani proses hukum.

Selain itu, dia menyebut, First Travel tengah mengupayakan penangguhan penahanan dua bosnya yang ditahan oleh Bareskrim Mabes Polri, Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan.

Jika penangguhan dikabulkan, Deski menjamin jemaah dapat berangkat umrah.

“Mereka selaku direktur bertanggung jawab untuk tetap memberangkatkan jemaah di bulan November dan Desember,” kata Deski.

Dia mengklaim, masih banyak jemaah yang ingin diberangkatkan umrah oleh First Travel.

Menurut dia, jumlah pendaftar umrah di First Travel tak sebanding dengan yang melapor ke kepolisian. Jika Andika dan Anniesa tidak dibebaskan, maka jemaah tak bisa berangkat umrah.

“Nah di sini pemerintah, dalam hal ini Kementerian Agama dan Mabes Polri, kalau Pak Andika dan Ibu Anniesa ditahan dan tidak bisa memberangkatkan, siapa yang bisa memberangkatkan jemaah umrah?” kata Deski.

“Nah kami meminta kepada pemerintah, beri kami kesempatan agar kami bisa menunjukan, karena tidak ada yang bisa memberangkatkan jemaah First Travel kecuali First Travel itu sendiri.”

Baca: Pengacara First Travel Minta Kliennya Dibebaskan dan Janji Berangkatkan Jemaah Umrah

Kegiatan operasi PT First Anugerah Karya Wisata saat ini telah dihentikan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak 21 Juli lalu. Kementerian Agama pun sudah mencabut izin First Travel pada 1 Agustus 2017.

Sementara pemiliknya, Andika Surrachman dan Anniesa Hasibuan, saat ini masih ditahan oleh Polda Metro Jaya sejak Rabu, 9 Agustus 2017.

Keduanya dituduh melakukan tindak penipuan dan penggelapan uang.

Baca juga: Total Sementara Utang First Travel ke Jemaah Rp 848 Miliar

loading...


Artikel Lain