Kriminal

Fakta Tentang Sosok Muhammad Hidayat S Pelapor Kaesang

Muhammad Hidayat,
Muhammad Hidayat, pelapor Kaesang (Foto: Nadia Riso/kumparan)

Putra Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep, dilaporkan ke polisi oleh seseorang bernama Muhammad Hidayat S. Kaesang dianggap telah melakukan penodaan agama serta penyebaran kebencian lewat videonya yang berjudul #BapakMintaProyek.

Hidayat melaporkan hal tersebut ke Polres Bekasi Kota pada Minggu, 2 Juli 2017.

Baca selengkapnya: Kaesang Dilaporkan Karena Kritik Soal Kafir, Ini Kata Polisi

Foto: Istimewa

Namun, berdasarkan penelusuran, Hidayat ternyata sedang berstatus tersangka atas sebuah kasus.

Berikut beberapa fakta terkait sosok Muhammad Hidayat S:

Status tersangka ujaran kebencian

Hidayat sedang terlibat kasus hukum di Polda Metro Jaya dan saat ini statusnya sebagai tersangka oleh penyidik.

Hidayat ditetapkan sebagai tersangka atas dasar penyebaran video Kapolda Metro Jaya Irjen M. Iriawan dalam aksi bela Islam 411 pada 4 November 2016 lalu. Hidayat menyebarkan informasi tak berdasar yang berisi tuduhan bahwa Kapolda M. Iriawan memprovokasi massa FPI dalam aksi bela Islam 411.

Atas dasar itu Hidayat dijerat dengan Undang-Undang ITE.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kapolres Bekasi Kota Kombes Pol Hero Henriato Bachtiar.

“Pelapor akun Kaesang ini memang sudah ditetapkan tersangka oleh Polda Metro atas dugaan ujaran kebencian juga,” tutur Hero di Kantor Polresta Bekasi, Bekasi Timur, Jawa Barat, Rabu (5/7).

Atas perbuatannya, Hidayat dijerat dengan Pasal 27 Ayat 3 jo, Pasal 45 Ayat 1 atau Pasal 28 Ayat jo, Pasal 45 Ayat 2 UU ITE Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Penyidik bahkan sempat menahan Hidayat pada 15 November 2016 namun kemudian dilakukan penangguhan penahanan. Kendati demikian, polisi memastikan kasus Hidayat masih terus berjalan.

“Masih berjalan terus. Dia terkena pasal ujaran kebencian pada aksi 411 lalu, karena mengolok-olok anggota polri,” ujar Heru.

Muhammad Hidayat S

Muhammad Hidayat S

Dikonfirmasi secara terpisah, Hidayat pun membenarkan bahwa dirinya pernah terjerat kasus hukum di Polda Metro Jaya. Meski demikian ia enggan berkomentar lebih lanjut terkait hal tersebut.

“Yah itu enggak usahlah. Enggak usah dibahas, diungkit-ungkit lagi,” kata Hidayat kepada kumparan.com.

Hidayat juga mengaku tidak terafiliasi dengan kelompok mana pun. “Enggak ikut mana-mana. Saya cuma rakyat biasa, rakyat jelata,” ujar Hidayat.

Pernah melakukan aksi mogok makan tuntut hukum Ahok

Tidak lama setelah ditangkap karena ujaran kebencian, Hidayat kembali menjadi pembicaraan publik atas aksinya melakukan mogok makan. Hidayat mengaku, aksi itu ia lakukan sebagai upaya perlawanan terhadap ketidak adilan hukum yang menimpanya.

Menurut Rahayu Ningsih (Yayu), istri Hidayat, suaminya mogok makan sejak Rabu (24/11/2016).

Selain sebagai upaya perlawanan terhadap kasus hukum yang menimpanya, menurut Yayu, aksi mogok makan itu juga menuntut perlakuan hukum yang sama atas Ahok dan Buni Yani, dengan sangkaan pasal 27 ayat 3, pasal 45 ayat 1 dan 2, dan/atau pasal 28 ayat 2 UU RI no. 11 tahun 2008 tentang ITE.

“Kemarin saya nengok suami, hari Rabu, saya tanya iya. Alasannya untuk menuntut dua hal, satu menuntut perlakuan hukum yang sama terhadap Buni Yani dan Ahok. Karena pasal yang disangkakan sama tapi kok perlakuannya beda” ujar Yayu, Kamis (24/11/2016).

Selain itu, kata Yayu, Hidayat juga menuntut janji Kabid Humas Polda Metro Jaya, KombesPol Awi Setiyono yang melakukan konferensi pers (konpers) pada 8 November 2016.

“Mereka kan melakukan konpers tanggal 8 November, yang mengunggah video Kapolda Provokator, jika minta maaf tidak akan diproses hukum. Itukan di konpers didepan media, nah suami saya menuntut janji itu,” tuturnya.

Yayu menyayangkan pihak Kepolisian yang tetap memproses hukum suaminya. Yayu pun sempat berencana melakukan praperadilan bersama kuasa hukum yang telah ditunjuknya.

“Dengan semua yang terjadi, ini kan ada ketidakadilan yang tidak jelas gitu. Nah suami saya karena ada dalam tahanan, protesnya ya begitu (mogok makan). InsyaAllah kita hari ini mau praperadilan, nanti keterangan lanjut kontak kuasa hukum aja” ujar Yayu.

Kerap mengkritik keras Jokowi dan Ahok

Muhammad Hidayat S (MHS) lewat akun media sosial Facebook-nya kerap mengkritik keras Basuki T Purnama (Ahok) dan Presiden Jokowi.

Namun sejak dirinya ditangkap, akun Facebook miliknya tampak tidak lagi aktif. Terakhir kali Hidayat menulis status adalah pada 15 November 2016 lampau.

Berikut beberapa status Hidayat di Facebook yang berisi kritikan terhadap sosok Ahok dan pemerintahan Jokowi:

 

Artikel Lain