Kriminal

Eggi Sudjana ke Pelapor: Cabut Laporan atau Saya Laporkan Balik

Eggi Sudjana di Bareskrim Polri (Foto: Denita/detikcom)

Hingga kini, sudah ada 3 organisasi massa (Ormas) dan satu orang yang telah melaporkan Eggi Sudjana ke polisi. Ormas-ormas tersebut adalah Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesi, Aliansi Advokat Nasionalis, Perjuangan Umum Rakyat Nusantara, Koordinator Forum Peduli NKRI, dan Effendi Hutahaean.

Menanggapi hal tersebut, Eggi Sudjana berharap mereka meu mencabut laporan tersebut. Bahkan Eggi mengancam akan melaporkan balik para pelapor jika tidak mencabut laporan.

“Ini jadi untuk ini saya mohon diklarifikasi, target saya minta kalian yang sudah melapor sudahlah saya maafkan. Cabutlah laporannya. Tapi kalau kalian tidak cabut laporannya, saya lapor balik gitu lho. Itu intinya saya nggak mau ribut,” kata Eggi di Bareskrim Polri di Jalan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Selasa (10/10/2017).

Eggi menambahkan, pernyataan yang disampaikannya masih dalam proses persidangan. Dan ia pun meminta tidak ada pihak lain yang memelintir pernyataannya dalam sidang itu.

“Orang yang sedang dalam proses seperti ini urusan peradilan tidak boleh diintervensi, nggak boleh dilaporin kayak begini, karena ini masih hak dari bagian di dalam persidangan. Kenapa, karena waktu di dalam sidang MK kan wartawan nggak bisa nanya. Ceritanya apa waktu sidang itu jelaskan itu namanya right to get in,” kata Eggi.

Eggi Sudjana di Bareskrim Polri (Foto: Denita/detikcom)

“Saya menjaga persatuan Indonesia, saya tidak mau ribut untuk hal-hal yang begini. Saya mau bicara kebenaran. Dimohon jangan ada yang dipelintir-pelintir,” sambungnya.

Eggi juga menjelaskan posisinya dalam persidangan tak bisa digugat. Kata Eggi, dirinya dilindungi oleh UU sebagai advokat dan pasal 16 serta putusan MK Nomor 26 Tahun 2013 terkait Pengacara tidak dapat digugat dan dituntut, baik perdata maupun pidana, di dalam atau di luar pengadilan.

“Tidak dapat digugat dituntut, baik perdata maupun pidana, di dalam atau di luar pengadilan itu sangat jelas karena posisi saya sebagai pemohon yang berstatus advokat itu satu yang harus disampaikan,” ujar Eggi.

“Yang kedua, apa yang saya sampaikan mohon jangan gagal paham yang luar biasa, kemudian dipelintir sebagian rupa. Demi Allah, tidak ada satu pun agama yang saya nista,” kata Eggi.

Sebelumnya, ada empat pihak yang melaporkan Eggi. Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia melaporkan Eggi ke Bareskrim. Aliansi Advokat Nasionalis melaporkan Eggi ke Polda Metro Jaya. Perjuangan Umum Rakyat Nusantara, Koordinator Forum Peduli NKRI di Polda Bali, dan Effendi Hutahaean di Polda Jabar.

Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia mengubah laporannya ke Bareskrim soal pengacara Eggi Sudjana. Laporan yang awalnya tuduhan ujaran kebencian itu kini diubah menjadi dugaan penistaan agama.

Ketua DPN Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia Sures melaporkan Eggi bukan karena kapasitas Eggi dalam sidang Mahkamah Konstitusi sebagai saksi pemohon terkait Perppu Ormas. Sebab, dalam sidang itu, lanjutnya, Eggi tidak menyebut nama agama yang bertentangan dengan Pancasila.

Ucapan yang dipermasalahkan Sures adalah kalimat Eggi dalam sesi wawancara yang disiarkan secara nasional oleh media dan menyebut sejumlah agama.

 

Komentar Facebook

You Might Also Like