Kriminal

Eggi Sudjana Akan Cabut Laporan Jika Perhimpunan Pemuda Hindu Minta Maaf

Eggi Sudjana
Eggi Sudjana

Eggi Sudjana Melaporkan balik orang-orang yang telah melaporkan dirinya terkait pernyataannya tentang konsep keesaan Tuhan.

Laporan itu diterima Bareskrim Polri dengan LP/ 103/X/2017/Bareskrim tertanggal 10 Oktober 2017. Adapun para pelapor yang dilaporkan adalah Effendi Hutaean, Pariadi, Suresh Kumar, Yohannes L Tobing, Norman Sophan, Hengky Suryawan, dan Franz Magnis Suseno. (Baca: Romo Magnis Siap Hadapi Eggi Sudjana)

“Hal (laporan) ini sebagai kerugian yang dialami beliau (Eggi) karena jelas tidak benar faktanya dan tidak benar posisi hukumnya ya karena apa, orang yang sedang bela hak asasi dan konstitusionalnya kok bisa dilaporkan,” kata salah satu kuasa hukum Eggi, Arvid Saktyo, di Bareskrim Polri, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Selasa (10/10/2017).

Namun Eggi mengaku akan mencabut laporan tersebut jika orang-orang itu mau meminta maaf.

Menanggapi hal itu, Pemuda Hindu Indonesia (Peradah), Suresh Kumar, menilai bukannya Eggi Sudjana yang harus meminta maaf, bukan sebaliknya.

“Gak apa apa beliau lapor. Kalau kita yang minta maaf, mungkin beliau perlu mengingat lagi kejadian,” kata Suresh di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (12/10/2017).

Suresh berjanji akan menerima jika Eggi mau meminta maaf atas ucapannya.

“Kalau beliau yang minta maaf sebagai umat manusia dan sama-sama punya Tuhan ya kita tentu maafkan. Tapi kan kita tidak lupa apa yang terjadi. Ya kalau kita yg minta maaf rasanya kurang tepat kan kita yang dirugikan,” ujar Suresh.

Sebagaimana diketahui, DPN Peradah melaporkan Eggi Sudjana kepada Bareskrim Polri atas dugaan penistaan agama. Laporan tersebut didasari pada pernyataan Eggi yang menyebut agama selain Islam bertentangan dengan Pancasila sila pertama.

Laporan terhadap Eggi diterima oleh petugas Bareskrim dengan nomor laporan polisi LP/1016/X/2016/Bareskrim.

Peradah menyertai laporan dengan bukti video Eggi saat mengucapkan pernyataan tersebut dari laman Youtube. Serta beberapa pemberitaan media online nasional.

loading...


Artikel Lain