Kriminal

“Dasar Ndeso” dan “Kafir” jadi Alasan Pelaporan terhadap Kaesang

Muhammad Hidayat,
Muhammad Hidayat, pelapor Kaesang (Foto: Nadia Riso/kumparan)

Seorang pria warga Bekasi, Jawa Barat, bernama Muhammad Hidayat S (MHS) putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep ke Sentra Pelayanan Kepolisian Polres Kota Bekasi.

Oleh MHS Kaesang dianggap telah melakukan penodaan agama serta menyebarkan ujaran kebencian lewat videonya berjudul #BapakMintaProyek.

Menurut Kepala Polda Metro Jaya Irjen (Pol) M. Iriawan, pernyataan Kaesang yang dipermasalahkan MHS adalah ‘dasar ndeso’.

“Di situ (video) kalau tidak salah ada kata-kata, kalau tidak menjalankan tentang apa yang ada di situasi itu, ‘ndeso’. Begitulah kira-kira,” kata Iriawan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (5/7/2017).

Kaesang memang pernah mengunggah video blog pada 27 Mei 2017 lalu.

Di video berdurasi 2 menit 41 detik tersebut, Kaesang menyinggung tentang anak pejabat yang suka meminta proyek pemerintah kepada orang tuanya. Selanjutnya dalam video itu, Kaesang menyinggung soal kebhinekaan dan pentingnya menjaga generasi muda dari hal-hal negatif.

Berikut kutipan kalimat Kaesang seutuhnya:

“Ini adalah salah satu contoh, seberapa buruknya generasi masa depan kita. Lihat saja…. (Video itu kemudian menampilkan anak-anak berteriak “bunuh, bunuh, bunuh si Ahok. Bunuh si Ahok sekarang juga”).

Di sini aku bukannya membela Pak Ahok. Tapi aku di sini mempertanyakan, kenapa anak seumur mereka bisa begitu? Sangat disayangkan kenapa anak kecil seperti mereka itu udah belajar menyebarkan kebencian? Apaan coba itu? dasar N**** (sensor bunyi). Ini ajarannya siapa coba? dasar N**** (sensor bunyi).

Ndak jelas banget. Ya kali ngajarin ke anak-anak untuk mengintimidasi dan meneror orang lain. Mereka adalah bibit-bibit penerus bangsa kita. Jangan sampai kita itu kecolongan dan kehilangan generasi terbaik yang kita punya.

Untuk membangun Indonesia yang lebih baik, kita tuh harus kerja sama. Iya kerja sama. Bukan malah saling menjelek-jelekan, mengadu domba, mengkafir-kafirkan orang lain. Apalagi ada kemarin itu, apa namanya, yang enggak mau menshalatkan padahal sesama Muslim, karena perbedaan dalam memilih pemimpin. Apaan coba? Dasar N**** (sensor bunyi)

Kita itu Indonesia, kita itu hidup dalam perbedaan. Salam Kecebong”.

Adapun MHS menilai isi video tersebut mengandung ujaran kebencian. Dan MHS sendiri mengaku tidak tahu bahwa pemilik akun tersebut adalah Kaesang yang merupakan putra Jokowi.

“Saya melakukan pelaporan tersebut adalah sebagai bentuk kepedulian, selaku warga negara yang ingin kontribusi terhadap kebaikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, khususnya penegakan hukum,” ujar MHS di rumahnya di Perumnas 1, Bekasi Barat, Kota Bekasi, Rabu (5/7).

“Yang paling mudah diingat adalah kata ‘Dasar Ndeso’, dan kata-kata kafir, ada di dalam LP (laporan) saya,” katanya.

Baca juga: Fakta Tentang Sosok Muhammad Hidayat S Pelapor Kaesang

Dalam laporan itu, MHS mengakui hanya menyertakan bukti video. Dia berharap, polisi bisa menemukan pemilik akun tersebut. “Kami sudah laporkan, tinggal polisi yang menyelidiki pemilik akun itu,” kata dia.

MHS dijadwalkan akan diperiksa polisi pada Jumat, 6 Juli 2017 sebagai saksi atas laporannya.

“Saya sudah terima pemanggilan perdana dari pihak kepolisian,” katanya.

 

 

Artikel Lain