Kriminal

Bela Buni Yani, Ahmad Dhani: yang Teriak Ada Pelanggar Hukum Kok Malah Ditangkap

Ahmad Dhani saat hadir sebagai saksi dalam sidang kasus Buni Yani di Gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Bandung, Jalan Seram, Kota Bandung, Selasa (21/8/2017).
Ahmad Dhani saat hadir sebagai saksi dalam sidang kasus Buni Yani di Gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Bandung, Jalan Seram, Kota Bandung, Selasa (21/8/2017).

Musisi Ahmad Dhani hadir sebagai saksi di persidangan kasus dugaan pelanggaran ITE dengan terdakwa Buni Yani, Selasa (21/8/2017). Ini adalah sidang kesepuluh, digelar di gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Bandung, Jalan Seram, Kota Bandung.

Dhani hadir sebagai saksi untuk meringkankan Buni Yani. Dalam persidangan, ia mengatakan, mestinya Buni Yani tidak ditangkap. “Buni ini yang meneriakkan ada pelanggar hukum, kok malah ditangkap,” kata Dhani.

“Buni Yani menurut saya seperti orang yang lihat ada mobil dicuri dan meneriakkan, ‘hey ada maling, hey ada maling’. Eh malah dia yang ditangkap,” tambahnya.

Menurut Dhani, postingan Buni Yani bukanlah pemicu lahirnya rentetan aksi demonstrasi. Yang perlu dipersalahkan, Menurut suami Mulan Jameela itu, adalah unggahan dari Pemprov DKI yang tidak bisa menyaring pidato mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Kepulauan Seribu.

“Sebenarnya lambat laun, cepat atau lambat apa yang dibicarakan Ahok akan menuai kemarahan. Karena video itu diposting oleh Pemprov DKI. Mengapa Pemprov tidak profesional kenapa (pidato) harus digelontorkan tidak dipotong lebih dahulu,” ucap Dhani.

Ahmad Dhani saat hadir sebagai saksi dalam sidang kasus Buni Yani di Gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Bandung, Jalan Seram, Kota Bandung, Selasa (21/8/2017).

Ahmad Dhani saat hadir sebagai saksi dalam sidang kasus Buni Yani di Gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Bandung, Jalan Seram, Kota Bandung, Selasa (21/8/2017).

Dhani pun menjelaskan bahwa persoalan Buni Yani bukan pada penggunaan kata ‘pakai’ dalam unggahan Facebook-nya yang selama ini diperdebatkan.

“Sebenarnya bukan kebenaran tafsirnya (surat Al-Maidah) tapi Ahok kan dinilai sebagai gubernur (non-muslim). Tapi kenapa dia berbicara tentang agama lain. Bukan tafsir boleh pemimpin kafir atau tidak boleh, tapi Ahok tidak kompeten bicara itu (tafsir AlQuran) apalagi dia seorang kepala daerah,” katanya.

“Saya ini adalah pecinta semua agama dan saya punya track record itu. Karena nenek saya Katolik, tante saya Protestan. Jadi kalau ada orang lain yang menghina agama orang lain saya tidak suka apalagi seorang gubernur,” tambah dia.

 

Komentar Facebook

You Might Also Like