Mancanegara

Arab Saudi Diam-diam Lakukan Kerja Sama dengan Israel

Seorang pejabat Israel pada Jumat (20/10) lalu mengungkapkan kepada kantor berita AFP, bahwa Pangeran Arab Saudi Muhammad bin Salman yang merupakan putra dari Raja Salman bin Abdulaziz al Saud diam-diam mengunjungi Tel Aviv bulan September lalu.

Pejabat yang tidak ingin identitasnya diketahui itu menolak menjelaskan maksud kunjungan sang pangeran. Muhammad bin Salman juga dikatakan bertemu dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, seperti dilansir laman Middle East Monitor, akhir pekan lalu.

Pernyataan pejabat Israel itu memperkuat laporan radio berbahasa Ibrani yang sebelumnya mengabarkan, ‘ada seorang emir dari kerajaan Saudi mengunjungi Israel diam-diam pada 7 September dan berdiskusi dengan pejabat senior Israel untuk mendorong perdamaian di kawasan’.

Wartawan mingguan nasionalis kiri Ariel Kahana ketika itu sempat bercuit di Twitter: “Bin Salman melawat ke Israel dengan seorang perwakilan dan bertemu dengan sejumlah pejabat.”

Pangeran muhammad bin salman (Foto: Alriyadh.com)

Beberapa hari kemudian, blogger kondang Saudi “Mujtahid” menulis: “Jurnalis Noga Tarnopolsky, seorang spesialis isu Israel yang diakui internasional reputasinya, membenarkan Muhammad bin Salman mengunjungi Israel.”

Tak lama setelah kabar itu menyebar tagar #Bin_Salman_kunjungi_Israel menjadi topik paling banyak diperbincangkan di Twitter di sejumlah negara, termasuk Arab Saudi dan Qatar.

Sejumlah pengamat dan pejabat Negeri Zionis membenarkan hubungan kerja sama antara Israel dan beberapa negara Arab, terutama Saudi. Para pengamat juga mengharapkan kedua negara akan mengumumkan kerja sama itu di masa mendatang karena Saudi dan Israel punya pandangan sama terhadap Iran.

Pada 6 September lalu Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengumumkan ada kerja sama dalam berbagai tingkatan dengan negara Arab meski Israel tidak punya kesepakatan damai dengan negara itu. Netanyahu menuturkan pertemuan dengan pejabat Arab itu dilakukan secara rahasia dan menjadi tatap mata paling lama dalam sejarah Israel.

Belum lama ini Saudi dan Israel menyambut baik keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menolak mengakui komitmen kesepakatan nuklir Iran dan menerapkan sanksi baru terhadap Teheran.

Menanggapi isu ini, Netanyahu berkomentar, “Ketika Israel dan negara Arab paling penting punya visi yang sama, orang harus hati-hati. Ini artinya sedang terjadi sesuatu yang penting.”

“Ada banyak negara Arab yang punya kerja sama dengan Israel dalam bentuk lain, mulai dari Mesir, Yordania (keduanya punya kesepakatan damai dengan Israel) hingga Arab Saudi, negara Teluk, Afrika Utara, dan sebuah bagian dari Irak (kawasan Kurdi). Negara-negara ini, bersama Israel, khawatir terhadap Iran,” kata Menteri Komunikasi Israel Ayub Kara.

Menurut dia, “mayoritas negara Teluk sudah siap menjalin hubungan diplomatik dengan Israel karena mereka merasa terancam oleh Iran, bukan Israel.”

Pertemuan Muhammad bin Salman dengan pejabat Israel kemudian dibantah oleh Kementerian Luar Negeri Saudi.

“Sumber dari Kementerian Luar Negeri Saudi mengatakan laporan soal seorang pejabat Saudi mengunjungi Israel itu tidak benar dan tidak ada dasarnya,” kata pernyataan kementerian, seperti dilansir laman Al Arabiya, Ahad (22/10).

“Sumber itu juga menyatakan Kerajaan Arab Saudi selalu terbuka dalam hal komunikasi dan tindakannya serta tidak ada hal disembunyikan terkait hal ini.”

“Sumber itu juga mengundang pihak media untuk memeriksa kebenaran informasi yang sudah beredar. Di masa mendatang pihak kementerian tidak akan lagi berkomentar terkait berita bohong dan menyudutkan Kerajaan Saudi.”

Artikel ini sudah diterbitkan di Jurnalpolitik.id

Komentar Facebook

You Might Also Like