Ekonomi dan Bisnis

Anies Tutup Alexis, Fahira: Tegas Tak Harus Bentak-bentak

Fahira Idris
Fahira Idris

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Fahira Idris mengapresiasi keputusan Pemerintah Provinsi DKI DKI Jakarta yang tidak lagi memperpanjang izin usaha bagi PT Grand Ancol Hotel selaku pengelola Alexis Hotel yang dianggap meresahkan.

Senator dari Provinsi DKI itu mengatakan, ketegasan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan wakilnya, Sandiaga Uno dalam menghentikan izin bagi tempat usaha yang menyimpang tidak perlu harus ditunjukkan dengan mengumbar kata-kata kasar.

“Dari sini kita belajar bahwa tegas itu soal sikap dan tindakan bukan bentak-bentak. Anies-Sandi menjadi harapan baru warga Jakarta bahwa masih ada pemimpin yang teguh memegang dan melaksanakan janji-janji saat kampanye. Setelah hanya dijadikan wacana oleh gubernur sebelumnya, tanpa gembar-gembor apalagi buat kegaduhan, akhirnya kegiatan di hotel ini berhenti,” ujar Fahira di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta (31/10).

Fahira mengungkapkan, dirinya tidak menyangka janji Anies menutup Alexis bisa direalisasikan secepat ini. Sebab, meski kegiatan prostitusi di Alexis Hotel sudah menjadi rahasia umum dari gubernur ke gubernur termasuk Basuki T Punama alias Ahok, ternyata baru kali ini penyedia layanan pijat itu ditutup.

“Ini akan menjadi catatan sejarah bagi Jakarta dan menjadi peringatan bagi pengusaha hiburan malam lain agar jangan coba-coba menjadikan lokasi usahanya menjadi tempat prositusi dan peredaran narkoba. Jika masih bandel, tiada ampun. Bukan hanya izin usaha Anda akan dicabut tetapi Anda juga bisa diproses pidana. Silakan berbisnis di Jakarta, tapi patuhi semua aturan,” tegas Wakil Ketua Komite III DPD ini.

Baca juga: Setelah Ditutup, “Bidadari” Alexis Akan Diberdayakan ke Program Oke Oce

Fahira juga meminta Anies-Sandi mengabaikan pihak-pihak yang menyebut penutupan Alexis akan mengurangi pendapatan asli daerah (PAD) dari bidang kepariwisataan. Senator yang kondang disapa dengan panggilan Uni Fahira itu juga mengingatkan Anies-Sandi agar tak menggubris desakan pihak-pihak yang meminta penitipan Alexis Hotel ditinjau ulang.

“Tidak ada dampak yang berarti bagi PAD Jakarta dengan ditutupnya Alexis. Bahkan jika ada puluhan hotel seperti Alexis yang ditutup juga tidak akan ada dampak apa-apa bagi pemasukan DKI Jakarta karena memang yang mereka berikan tidak signifikan. Bagi pengusaha tempat hiburan malam lain, tidak perlu cemas. Selama Anda tidak melanggar hukum dan tidak menjadikan usaha Anda menjadi tempat prostitusi atau peredaran narkoba, usaha Anda akan aman,” pungkas ketua umum Ormas Kebangkitan Jawara dan Pengacara (Bang Japar) itu.

Artikel ini sudah diterbitkan di Jurnalpolitik.id

Komentar Facebook

You Might Also Like