Nasional

Alumni 212: Tidak Tebang Pilih, Kafir pun Kalau Dizalimi Kami Bela

Ketua Presidium Alumni 212 Ansufri Idrus Sambo (kiri) menyampaikan tujuannya kepada Komisioner Komnas HAM Siane Indriani (kanan) dan Natalius Pigai (kedua kanan) saat mendatangi Komnas HAM, Jakarta, Jumat (19/7).

Ketua Presidium Alumni 212 Ansufri Idrus Sambo mengatakan tidak tebang pilih dalam memberikan pembelaan. Menurut dia, pihaknya tidak hanya membela ulama, namun juga membela setiap orang yang dizalimi. Walaupun orang tersebut dianggap kafir.

“Siapa pun orang kafir yang dizalimi ya kami harus bela. Kami tidak milih orang,” ujar Sambo di Kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, Jumat (14/7).

Orang yang dianggap kafir dan ia bela adalah Hary Tanoesoedibjo (HT). HT saat ini telah menjadi tersangka dalam kasus dugaan ancaman melalui SMS.

Sambo menilai Hary Tanoe menjadi korban politik balas dendam atas kekalahan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam Pilkada DKI Jakarta. Sambo mengatakan, Presidium Alumni 212 akan membela Ketua Umum Partai Perindo itu sebab telah banyak membantu kelompoknya selama ini.

Baca: Ustaz Sambo, dari Aksi 212 hingga Bela Hary Tanoe

Sebelum memutuskan untuk memberi bantuan kepada Hary Tanoe, Sambo mengaku menerima masukan agar presidium tidak hanya membela orang beragama Islam saja. Hal itu sebagai bentuk solidaritas kepada para pihak yang dizalimi karena bertentangan dengan Ahok.

“Yang kami bela, dia sekarang dizalimi, dia banyak ikut bantu, itu pun karena ada yang disampaikan, ya kami bela. Enggak ada hubungan yang namanya, ‘Ini kan, ustaz bela orang kafir'” ujar Sambo.

Sambo menjelaskan, pembelaan yang diberikan kepada Hary Tanoe berupa pengaduan ke Komnas HAM. Sambo mengatakan, pihaknya mendesak Komnas HAM untuk membentuk tim investigasi karena dugaan kriminalisasi.

“Supaya Komnas HAM membentuk tim investigasi juga, sebagaimana yang mereka lakukan kepada orang yang dikriminalisasi lainnya,” kata Sambo.

Hari ini Presidium Alumni Aksi 212 kembali menyambangi Kantor Komnas HAM. Sejumlah aduan mereka sampaikan, salah satunya terkait sikap menolak aksi kriminalisasi terhadap bos MNC Group, Hary Tanoe.

 

Artikel Lain