Kriminal

5 Orang Dilaporkan Eggi Sudjana karena Status dan Komentar di Facebook

Eggi Sudjana
Eggi Sudjana

Pengacara Eggi Sudjana, kembali melaporkan seseorang ke Bareskrim Polri, Gambir,Jakarta Pusat, Senin (30/10). Kali ini yang dilaporkan oleh dirinya yaitu Boedi Jarot, karena diduga melakukan penghinaan terhadap Eggi melalui postingan di akun pribadi media sosialFacebook milik terlapor.

“Saya baru selesai laporkan Boedi Jarot karena postingannya di wall Facebooknya itu sangat menghina, bahkan sangat tidak berperikemanusiaan dalam tata bahasanya,” kata Eggi usai membuat laporan di kantor Bareskrim Polri di gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan, Gambir, Jakarta Pusat, Minggu (30/10).

Eggi menerangkan, postingan yang dimaksud dirinya itu seperti ‘Kalau benar ES ini teridentifikasi salah satu pegiat Saracen, negara jangan mau bernego dengan sampah yang mulutnya tidak lebih baik dari duburnya’.

“Kemudian di sini ada namanya Anas Bakrie, ‘apalagi Eggi Sudjana siap menjilat di dubur-dubur onta, Eggi Sudjana yang siap menjilat dubur-dubur onta’. Itu yang berkomentar, makanya saya laporkan ada yang berkomentar,” terangnya.

Selain itu, Eggi menyebut adalagi selain Anas Bakrie dan Boedi Jarot yaitu Iwan Persun yang dimana berkomentar ‘Eggi Sudjana itu wong kentir’.

Saat ditanyakan bahwa dalam membuat tulisan di wall pribadi Boedi, di situ tidak menyebutkan langsung nama Eggi Sudjana, tapi hanya menyebut ES. Eggi menjawab, jika postingan itu menyatakan jelas kepada dirinya inisial ES tersebut.

“Karena ada yang berkomentar, gini komentar, ‘ES kan belum tentu Eggi Sudjana bisa En Suharto dulu kata Gus Dur’. Tapi dalam konteks ini setelah dia buat posting seperti ini yang menyatakan ES itu adalah Eggi Sudjana dia memaparkan Eggi Sudjana,” ujarnya.

Dalam kolom komentar itu ternyata, lanjut Eggi, ada yang menyebut Eggi Durjana. Namun, benar atau tidaknya itu, Eggi menyerahkan semuanya itu kepada penyidik, dimana dirinya sudah melaporkan kasus ini kepada pihak Bareskrim Polri.

“Penyidik nanti yang tahu itu. Nanti dia yang periksa. Di samping dia ngomong ES itu, Eggi Sudjana, berkomentar Eggi Sudjana. Bahkan ada yang bilang Eggi Durjana, yaitu si Chaili Undang,” ucapnya.

Selain itu, ada juga yang menyebut, jika Eggi merupakan seperti manusia tumbuh-tumbuhan. Alasan dirinya baru membuat laporan sekarang, karena dirinya menunggu momen yang berkaitan dengan Saracen.

“Dan ada yang bilang seperti manusia tumbuh-tumbuhan. Masak saya disebut manusia tumbuh-tumbuhan. Logikanya apa, makanya diperiksa lah. Dan kenapa baru laporan sekarang, karena saya juga menunggu peristiwa yang berkaitan dengan Saracen. Yang mana sudah lebih tiga bulan enggak ada perkembangannya. Ini betul-betul membuat tidak benar kepada saya. Saya biarkan karena Saracen memang fitnah buat saya,” katanya.

Dalam kasus ini, Eggi melaporkan lima orang termasuk Boedi, yang dimana empat lainnya dilaporkan karena ikut berkomentar di postingan Boedi yang juga diduga ikut menghina dirinya.

“Sementara ini selain Budi ada empat. Kalau secara personal empat orang yang kita laporkan berkomentar. Tapi prinsipnya si Jarot. Totalnya ada lima,” ujarnya.

Dalam laporan itu, Eggy melaporkan kelimanya dengan nomor polisi LP/1128/X/2017 Bareskrim Polri tertanggal 30 Oktober 2017. Dengan dugaan tindak pidana penghinaan, berupa penyerangan, pencemaran, kehormatan atau nama baik seseorang tuduhan dengan tulisan.

Sebagaimana dimaksud dalam Pasal 310 dan 311 KUHP dan/atau 45 ayat (3) Jo Pasal 27 ayat (3) Undang-Undang nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik.

“Ada tiga pasal yaitu Pasal 310 311 UU ITE pasal 27 ayat 23 jumlah pasalnya ada 5 tahun penjara,” tandasnya.

 

MERDEKA

Komentar Facebook

You Might Also Like